Demokrat Kuasai DPRD Medan

sumber berita , 04-07-2009

Sesuai hasik pemilu legislatif tahun 1999 lalu, PDIP mendominasi perolehan kursi di DPRD Medan dengan meraih 16 kursi. Tapi untuk pemilu legislatif tahun 2009, ‘kekuasaan’ itu beralih ke tangan Partai Demokrat.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih DPRD Medan periode 2009-20014 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan yang digelar di Hotel Dharma Deli Medan, Jumat (3/7), Partai Demokrat meraih 16 kursi dari 50 kursi dewan atau 32 persen.

Jumlah itu diperoleh dari lima daerah pemilihan (Dapil). Empat kursi diraih di Dapil Medan II dan Medan V. Tiga kursi diraih di Dapil Medan I dan Medan IV serta Dapil Medan III memperoleh dua kursi.

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh tujuh kursi. Hasil tersebut menurun jika dibanding Pemilu 2004 lalu dari jatah 45 kursi PKS meraih sembilan kursi. Sementara Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang masing-masing mendapat lima kursi. Begitu juga dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Damai Sejahtera (PDS) meraih empat kursi.

Rapat pleno terbuka KPUD Kota Medan tersebut dipimpin ketuanya Evi Novida Ginting dan dihadiri anggota Rahmat Kartolo, Pandapotan Tamba, Bakhrum Khair, Yenni Rabey, Kapoltabes Kombes Pol Imam Margono, Walikota Medan Afifuddin Lubis dan sejumlah saksi partai politik lainnya, Partai Demokrat mendapatkan 16 kursi dari lima daerah pemilihan (Dapil). Empat kursi diraih di Dapil Medan II dan Medan V.

Tiga kursi diraih di Dapil Medan I dan Medan IV serta Dapil Medan III memperoleh dua kursi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Denni Ilham Panggabean mengatakan kalau besarnya dukungan masyarakat Kota Medan terhadap partainya merupakan amanah yang harus dijaga.

Untuk itu pihaknya akan segera bersinergi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Apalagi melihat Kota Medan yang cenderung stagnan dan tidak menampakkan perkembangan akan kemajuan. Untuk itu pihaknya akan segera menyesuaikan diri dengan kebijakan nasional dalam mengemban amanah.

Selain itu, katanya, jelang Pilkada Wali Kota Medan yang akan dilakukan 2010 mendatang, Partai Demokrat dipastikan mengusung kader terbaik partainya. Mengenai prosesnya akan segera di koordinasikan dengan DPD Sumut. “Pastinya kita akan usung kader partai sendiri.

Mengenai mekanisme akan kita tentukan setelah berkoordinasi dengan DPD Sumut,” ungkap Denni. Ditegaskannya kalau keberhasilan partainya tidak akan membuat Demokrat lupa diri.

Mereka tidak ingin kepercayaan masyarakat Medan hilang hanya karena euforia kejayaan saat ini. Sehingga anjlok dalam pemilu berikutnya. Denni menolak kalau kemenangan partainya disamakan dengan kemenangan telak PDIP dalam Pemilu 1999 di Medan.

Yang pada akhirnya mendapat penurunan perolehan suara yang signifikan. “PDIP ya PDIP, Demokrat ya Demokrat. Masing-masing punya program punya pola kepemimpinan yang beda. Insya Allah kami akan bekerja sebaik mungkin,” katanya.

Sementara itu Ketua DPD PKS Medan, Surianda Lubis menilai jatuhnya perolehan suara mereka sebagai akibat dari proses pencitraan positif figur SBY di Demokrat. Ternyata hal itu menurutnya dapat menjatuhkan program pelayanan masyarakat yang selama ini gencar dilakukan. “Kita akan evaluasi efektifitas pelayanan publik yang berbasis program.

Sekaligus membangun pemahaman bersama fungsi dan peran parpol di tengah masyarakat,” terangnya. Disinggung mengenai Pilkada Kota Medan, Surianda belum bisa memastikan apakah akan mengusung kader sendiri ataupun seperti biasa dari luar partai. Sebab prosesnya masih akan diputuskan melalui mekanisme partai.

Perempuan Hanya 12 Persen dari 50 kursi DPRD Medan, hanya 12 persen diantaranya diisi oleh perempuan. Padahal dalam undang-undang pemilu, ada keharusan keterwakilan 30 persen perempuan di lembaga leislatif. Dari penetapan caleg terpilih DPRD Medan, hanya 6 kursi yang dapat diraih oleh politisi perempuan.

Partai Demokrat yang meraih 16 kursi hanya menempatkan tiga caleg perempuannya yaitu Srijati Pohan, Damai Yona Nainggolan dan Halimatussakdiyah. Sedangkan PPIB menempatkan dua caleg perempuannya yaitu Lily dan Janlie. Lalu disusul Partai Golkar satu kursi untuk Ainal Mardiah.

Sementara pada priode sebelumnya jumlah anggota dewan perempuan juga enam orang yakni Dhiyaul Hayati dari PKS, Yasni Rahma dari PBR, drg Idamawati Nababan dari Partai Demokrat, Rosmawati L Tobing dari PDS, Yohana Pardede dari PDIP, dan Sudarmi Netty Herawati dari PDIP. Koordinator Perempuan Indonesia Wilayah Sumut Maya Manurung menyebutkan sulitnya politisi perempuan bersaing dalam pemilu murni karena faktor politik uang.

“Kali ini bukan karena system suara terbanyak atau nomor urut. Tapi karena banyaknya beredar politik uang yang terjadi,” ungkap Maya kepada wartawan. Disebutkannya, banyak caleg perempuan yang telah lama membentuk kelompok dampingan, namun harus rela kehilangan suara di komunitasnya hanya karena serangan fajar. Umumnya hal itu yang dikeluhkan para politisi perempuan.

Sementara caleg perempuan umumnya tidak punya kekuatan finansial dalam menggalang mebilisasi dukungan. Budaya masyarakat dalam Pemilu 2009 belum menguntungkan perempuan yang terjun ke dunia politik.

Menurutnya butuh dua kali pemilu lagi baru kuota perempuan 30 persen terpenuhi. Dengan catatan pengawasan peredaran money politik dalam pemilu diperketat. Namun dia berharap, para caleg perempuan tidak berputus asa.

Pendidikan politik bagi kaum perempuan harus terus digencarkan. Jangan mundur hanya karena tidak terpilih. Karena perempuan harus berjuang dua kali lebih berat jika dibanding laki-laki khususnya di bidang politik.

Surianda Lubis mengakui kalau pola pikir pemilih umumnya masih didomonasi budaya patriarkhi. Sehingga sulit bagi caleg perempuan untuk dipilih. Walaupun pendidikan politik bagi permpuan di partainya sudah cukiup gencar dilakukan.

“Segala kegiatan politik di PKS umumnya didominasi oleh perempuan. Tapi karena budaya politik massa mengambang kita belum berubah, jadi
masih sulit untuk mewujudkannya,” kata Surianda.

PKS sendiri dalam Pemilu 2009 kali ini harus rela kehilangan satu kursi yang sebelumnya diisi oleh politisi perempuan. Tidak satupun dari ketujuh caleg terpilihnya perempuan. Padahal sebelumnya mereka menargetkan memperoleh lima kursi untuk politisi perempuan di DPRD Medan.

Diposting 04-07-2009.

Dia dalam berita ini...

Idamawati

Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara 2014-2019