Berita Anggota Parlemen

Penguatan Kebijakan Fiskal Percepat Pertumbuhan Ekonomi

sumber berita , 08-07-2014

 “Penguatan Kebijakan Fiskal dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berkeadilan” menjadi tema arah kebijakan fiskal pada tahun 2015. Hal itu disampaikan dalam laporan Badan Anggaran DPR  mengenai hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN tahun anggaran 2015 yang dibacakan oleh Wakil Ketua Banggar Yasonna Laoly.

“Strategi kebijakan fiskal diarahkan untuk memperkuat stimulus fiskal guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus perbaikan pemerataan hasil-hasil pembangunan nasioanl agar memenuhi aspek keadilan dengan tetap mengendalikan risiko dan menjaga kesinambungan fiskal,” jelas Yasonna pada Sidang Paripurna, di Gedung Nusantara II, Selasa (8/07).

Untuk dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi, tambah Yasonna, maka Pemerintah perlu melakukan beberapa langkah. Langkah pertama yang diambil adalah mengendalikan defisit dalam batas aman, melalui optimalisasi pendapat dengan tetap menjaga iklim investasi dan menjaga konservasi lingkungan, meningkatkan kualitas belanja dan memperbaiki struktur belanja.

“Langkah kedua melalui penurunan rasio utang terhadap PDB melalui pengendalian pembiayaan yang bersumber dari utang dalam batas yang aman dan terjaga atau manageable, net negative flow, serta mengarahkan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif,” tambah Politisi PDI Perjuangan ini.

Langkah berikutnya, pemerintah harus mengendalikan resiko fiskal dalam batas aman, melalui pengendalian rasio utang terhadap pendapatan dalam negeri,debt service ratio terhadap pendapatan dalam negeri, rasio utang terhadap PDB, dan menjaga komposisi utang dalam batas aman serta penjaminan yang terukur,” urai Yasonna.

Terkait dengan kebijakan di bidang pendapatan negara, arah kebijakan perpajakan dalam tahun 2015 adalah kebijkan perpajakan dalam rangka optimalisasi penerimaan perpajakan melalui penyempurnaan peraturan, ekstensifikasi, intensifikasi, dan penggalian potensi. Selain itu, tarif cukai juga menjadi kebijakan dalam rangka pengendalian komsumsi barang kena cukai, yaitu penyesuaian tarif cukai hasil tembakau.

“Sedangkan kebijakan utama untuk mengoptimalkan penerimaan Sumber Daya Alam migas dalam tahun 2015 melalui peningkatan produksi migas yang bersumber dari peningkatan produksi lapangan, pencapaian target lifting minyak mentah dan lifting gas bumi, mengupayakan terciptanya efisiensi cost recovery, dan memperbaharui harga jual gas,” imbuh Yasonna.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, asumsi dasar RAPBN 2015 disepakati pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 – 6,0 persen. Sedangkan, lifting minyak dan gas bumi disepakati di angka 2.030 sampai 2.160 ribu barel setara minyak per hari.

Diposting 10-07-2014.

Dia dalam berita ini...

Yassonna H. Laoly

DPR-RI 2009 Sumatera Utara II
Partai: PDIP