Berita Anggota Parlemen

DPRD Dukung Pembatasan BBM Subsidi

DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung mendukung kebijakan negara membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk menghemat pengeluaran APBN.

"Kalau memang sudah jadi keputusan dan diatur dengan baik, maka kami tentu memberi dukungan penuh," kata anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah Maryam, Koba, Sabtu (16/8).

Ia menjelaskan, pembatasan BBM bersubsidi itu karena pengeluaran negara terlalu boros sementara yang menikmati bahan bakar bersubsidi juga kalangan yang mampu sehingga dinilai kurang efektif dan pemborosan.

"Sepanjang kebijakan tersebut berpengaruh terhadap ekonomi kerakyatan maka kami memberikan dukungan penuh, tetapi memang harus kebijakan prorakyat," ujarnya.

Sekarang ini, kata Maryam, pengaturan di lapangan terutama di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) harus diperketat lagi untuk menghindari penyimpangan atau penyelewengan pendistribusian BBM.

"Regulasinya harus benar sehingga tidak terjadi antrean panjang pengisian BBM di SPBU. Ini perlu melibatkan banyak pihak baik pemerintah daerah, SPBU dan aparat kepolisian," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Bangka Tengah, Andre Ristian, mengemukakan, antrean panjang di SPBU untuk mendapatkan minyak tetap terjadi karena kuota minyak tidak sebanding dengan jumlah konsumen.

"Sekarang ini pasokan BBM dari Pertamina katanya cukup, namun buktinya di lapangan selalu kurang karena pendistribusiannya tidak diawasi dengan baik," ujarnya.

Menurut dia, banyak konsumen yang mengisi BBM terutama jenis solar secara berulang-ulang atau disebut "pengerit" untuk dijual dengan harga industri kepada para penambang bijih timah.

"Banyak solar lepas kepada konsumen yang mencari keuntungan. Dibeli dengan harga subsidi dan kemudian dilepas dengan harga industri," ujarnya.

Diposting 18-08-2014.

Dia dalam berita ini...

DPRD Kab. Bangka Tengah 2009 Kab. Bangka Tengah 3
Partai: Demokrat