Berita Anggota Parlemen

Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Dipatok 46 Juta Kiloliter

Untuk menekan laju penyelundupan minyak, Panja Asumsi Banggar DPR mematok kuota BBM bersubsidi pada APBN 2015 sebesar 46 juta kiloliter (kl).

Demikian penegasan Ketua Banggar DPR Ahmadi Noor Supit di Gedung DPR Jakarta, kemarin.

“Solar habis pertengahan November dan premium habis pertengahan Desember. Kasar permainannya. Penyelundupan ini besar. Saya pikir 46 juta kl bagus. Kalau ada perpindahan subsidi, tentu ada konsekuensi.Ini menurunkan minat para penyelundup,“ kata Ahmadi.

Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun pun sependapat dengan tujuan penetapan volume BBM bersubsidi sebesar 46 juta kl tersebut. “Penyelundupan muncul karena adanya disparitas harga yang terlalu lebar.“

Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung berharap pemerintahan baru nanti memiliki upaya serius untuk menjaga kuota tersebut.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Andin Hadiyanto mengakui untuk menjaga kuota BBM bersubsidi 46 juta kl yang telah disepakati panja, penting melindungi pasokan minyak.

“Kebutuhan dapat dipenuhi dari BBM nonsubsidi agar upaya pengendalian yang kini berjalan tetap konsisten. Jangan sampai BBM subsidi enggak ada; mau beli nonsubsidi, juga enggak ada; kalau ngantre, panjang,“ ujar Andin. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan normal konsumsi BBM bersubsidi 20092013 sekitar 5% pada saat pertumbuhan ekonomi 5,5%. Namun, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi meningkat jadi 5,8%, Andin meminta pemerintah menambah BBM nonsubsidi dalam APBNP 2015 untuk menambal kekurangan energi.

Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Edy Hermantoro menambahkan kuota sebesar 46 juta kl masih dapat berubah.

“Ini kan belum dirapatplenokan oleh Kemenkeu. Nanti dihitung lagi,“ tandas Edy.

Diposting 16-09-2014.

Mereka dalam berita ini...

DPR-RI 2009 Kalimantan Selatan I
Partai: Golkar

DPR-RI 2009 Sumatera Utara II
Partai: Demokrat

DPR-RI 2009 Sulawesi Selatan II
Partai: PKS