Pengacara senior Todung Mulya Lubis meminta Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari sosok yang punya nyali berhadapan dengan koruptor.
Selain punya integritas, kemampuan bekerja sama, kemapuan menangani kasus-kasus yang rumit dan berat, menurut Todung, menjadi syarat penting lainnya yang harus harus melekat pada calon pimpinan KPK. Selain itu, kandidat harus punya nyali melawan tekanan dan ancaman.
“Pansel sudah meloloskan 11 nama calon pimpinan KPK dalam uji kompetensi. Tugas berikutnya, pansel harus mencari sosok yang punya nyali berhadapan dengan koruptor,” ujar Todung di Jakarta, kemarin.
“Dari 11 nama itu, ada alumnus LBH Jakarta, I Wayan Sudirta. Kini ia adalah anggota DPD Bali yang sebelumnya juga advokat Ikadin. Berdasar track record, Wayan itu punya nyali melawan tekanan dan ancaman,” tambahnya.
Berdasarkan pengamatannya, Wayan kredibel untuk menjadi pemimpin KPK karena tidak pernah takut atau mundur dalam menangani perkara apa pun.
Pendapat senada juga disampaikan Ketua Bali Corruption Watch (BCW) Putu Wirata Dwikora. “Sebagai advokat, Pak Wayan sudah menolak untuk menangani perkara-perkara korupsi sejak praktik advokat di LBH Jakarta (1976-1980), jauh sebelum ada KPK dan LSM-LSM antikorupsi di era reformasi,” kata Putu seraya menambahkan bahwa Wayan dan Teten Masduki bersamanya mendirikan BCW pada 2000.
Soal kerja tim, mantan Sekjen DPD Siti Nurbaya mengatakan keyakinannya bahwa Wayan pasti bisa bekerja sama dalam tim jika dipercaya menjadi pimpinan KPK.
“Di DPD, beliau sudah membuktikannya, yakni mengegolkan RUU Otsus Bali dan itu mendapat dukungan anggota DPD dari 33 provinsi. Beliau memperjuangkannya selama 9 tahun tanpa henti,” kata Siti Nurbaya.