Jakarta – Misteri tidak dilantiknya Maruarar Sirait mulai terungkap dan dibeberkan oleh sumber istana bahwa sebenarnya Molornya Pengumuman Menteri disebabkan Jokowi bersikukuh menelpon Megawati Sukarnoputri untuk merestui Maruarar Siarait masuk Kabinet tapi berkata lain Megawati tidak memberi izin. Seperti diketahui Tjahjo Kumolo, yang ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri, mengungkapkan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan, Menurut Tjahjo Kumolo, Megawati hanya menyodorkan empat nama untuk masuk ke kabinet dan tidak ada nama Maruarar Sirait.Sebenarnya Pak Jokowi menginginkan Maruarar menjadi Menkoinfo tapi bu Mega tak memberi izin ungkap sumber istana. untuk mengobati kekecewaan Maruarar Sirait, Jokowi antar langsung Maruarar lewat pintu samping Istana. Sebelumnya Maruarar Sirait telah sempat berbaju putih dan datang langsung ke Istana tapi Megawat tak merestuinya menjadi Menteri.
Nama-nama dimaksud antara lain Tjahjo Kumolo, Puan Maharani, Yasona Laoly, dan Puspayoga. Nama Puspayoga, meskipun bukan kader formal PDI Perjuangan, tetap diusulkan Megawati karena merupakan perwakilan tokoh adat Bali.
Puspayoga merupakan mantan Wakil Gubernur Bali dan mantan kandidat Gubernur Bali yang dikalahkan Made Mangku Pastika dalam pemilukada 2013 lalu. Puspayoga juga adik Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Cokorda Ratmadi yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah.
“Ya jadi dengan Pak Jokowi memanggil kami berempat, tentu saja sudah seizin Bu Mega,” kata Tjahjo usai berkoordinasi di rumah Megawati, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Minggu.
Pernyataan Tjahjo itu mengklarifikasi pemberitaan yang mengatakan Maruarar Sirait dicoret Megawati dan kemudian digantikan oleh Puspayoga. Menurut Tjahyo, justru sejak awal memang keempat nama tersebut yang diusulkan Ketua Umum PDIP.
Ketua DPP PDI Perjuangan , Puan Maharani enggan berkomentar mengenai isu pencoretan Ara. “Itu hak prerogatif presiden,” kata Puan. Ia mengaku hanya diundang Presiden Joko Widodo untuk datang ke Istana Negara pada pukul 14.00, terkait pengumuman kabinet.
Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto juga mengatakan bahwa semua menteri yang dipilih dan diumumkan Presiden Jokowi sudah menyerap berbagai macam aspirasi. Karena itu, dia berharap semua yang dipilih dapat berlomba-lomba untuk menjalankan pemerintahan yang baik.
“Ini suatu komposisi terbaik untuk menjalankan amanah rakyat,” kata mantan Deputi Tim Transisi tersebut di depan rumah Megawati Soekarnoputri, Minggu petang. Terkait tidak masuknya Maruarar Sirait dalam Kabinet Presiden Jokowi, Hasto mengaku tak tahu apa alasannya.Politisi PDIP, Maruarar Sirait ternyata menyambangi Istana Kepresidenan. Ia menggunakan kemeja putih lengan panjang persis seperti para menteri. Namun, ia tak menjadi salah satu pembantu presiden seperti yang selama ini santer dikabarkan.
“Senengnya naroh nama-nama di sini, di sini. Yang jelas Ara (panggilan Maruarar) akan terus bantu saya,’ kata Presiden Joko Widodo, Ahad (26/10).
Ditempat yang sama, Ara mengatakan ia hanyalah penggemar berat Jokowi. Ia pun membantah kabar yang menyebut akan menjadi menteri dalam kabinetnya.
“Kata siapa?” kata Ara.
“Saya kan fansnya Jokowi. Kita yakin Indonesia lebih baik di bawah Jokowi. Kan kabinetnya banyak profesional,” katanya.
Ketika ditanya mengenai maksud kedatangan dan mengapa ia menggunakan kemeja putih lengan panjang seperti para calon menteri yang telah resmi diumumkan sebagai menteri. Namun, pertanyaan tersebut disambar oleh Jokowi.
“Jangan begitulah,” kata Jokowi.
Sebelumnya, santer dikabarkan Ara akan diplot sebagai Menkominfo. Belum lagi sebelum pengumuman kabinet, Ara sempat dipanggil mendadak ke Teuku Umar, Jakarta yang merupakan kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Tak diketahui pukul berapa Ara tiba di istana presiden. Namun, saat pengumuman kabinet usai dan menjelang malam, Jokowi hendak mengantarkan Ara dan ‘ketahuan’.
Ia meyakini keputusan Jokowi berdasarkan pertimbangan yang terbaik. “Ya intinya kan Pak Presiden telah mengumumkan,” kata Hasto.Wartawan sempat memergoki Ara bersama Jokowi di taman belakang Istana Merdeka, sekitar pukul 19.30 WIB.Hubungan Ara dan Ibu memang pernah memburuk beberapa bulan lalu ketika belum ada kepastian PDIP akan mengusung Jokowi sebagai capres. Ara sempat datangi Mbak Puan dan ancam akan menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) PDIP jika Ibu tak juga bersedia restui Jokowi,” ujar salah seorang staf pribadi Puan Maharani kepada ASATUNEWS.com, Ahad malam (26/10).
Ditambahkannya, Megawati ternyata masih mengingat peristiwa pengancaman penggulingan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP oleh Maruarar Sirait. “Jadi, wajar toh Ibu masih marah sama Ara?” katanya.Apa boleh buat Jokowi telah berusah keras agar Maruarar masuk kabinet menterinya tapi Megawati tidak merestui Maruarar masuk Kabinet menterinya.
Ali Eddi Humala Hasibuan,S.Pd