Berita Anggota Parlemen

DPRD Beberkan Penyebab Banyaknya Perempuan di Depok Enggan Lapor Polisi

sumber berita , 15-12-2014

Sahat Farida Berlian br Saragih, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok di Komisi D, mengatakan dari temuannya ada beberapa hal atau penyebab yang membuat banyak perempuan di Depok yang merupakan korban kekerasan enggan melapor ke polisi,

"Diantaranya perempuan sebagai korban justru merasa diperlakukan sebagai pelaku oleh polisi saat ia melapor. Ini membuat mereka enggan melapor ketika menerima kekerasan berikutnya," kata Sahat, Minggu (14/12/2014).

Penyebab lainnya, kata Sahat, walau sudah melapor pelaku tidak juga diproses hukum bahkan tawaran mediasi terus diupayakan dengan menekan korban. "Pada akhirnya korban menyerah dan menerima jalan damai. Hal ini membuat perempuan lain enggan melaporkan hal ini ke polisi," kata dia.

Selain itu, tambah Sahat, jika pelaku kekerasan adalah orang dekat atau suami, banyak perempuan yang merasa ini adalah aib. "Di sini pengetahuan dan pemahaman perempuan di Depok atas hal ini masih sangat minim. Tugas pemerintah dan kita semua untuk memberikan pemahaman yang benar," paparnya.

Penyebab lain, kata Sahat, karena polisi tidak menjamin keamanan korban yang melapor. Menurutnya banyak perempuan korban kekerasan justru disuruh pulang kembali oleh penyidik ke rumahnya setelah di BAP.

"Padahal pelakunya ada di rumah. Ini karenakan tidak adanya rumah aman bagi perempuan korban kekeraasan, serta minimnya fasilitas dan sarana serta prasarana di Unit PPA, Mapolresta Depok," paparnya.

Untuk itu, kata Sahat, pihaknya memperjuangkan agar Kota Depok memiliki Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok tentang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dengan aturan Perda ini, kata dia, maka jaminan adanya infrastruktur yang memadai bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan harus wajib dipenuhi secara teknis oleh pemerintah daerah atau pemerintah Kota Depok.

"Salah satunya adalah rumah aman berikut tim psikiater sebagai pusat layanan untuk pemulihan trauma mereka. Kami mendesak Pemkot Depok untuk merumuskan Perda ini dan segera mengajukannya ke kami," ujar Sahat. 

Diposting 15-12-2014.

Dia dalam berita ini...

Sahat Farida Berlian

Anggota DPRD Kota Depok 2014