Wakil Ketua DPR RI kordinator bidang Politik Hukum dan HAM, Fadli Zon mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa penembakan di kantor Majalah Charlie Hebdo di Paris, Perancis, yang menewaskan 12 orang. Hal itu diungkapkannya langsung kepada Kuasa Usaha Kedutaan besar Perancis di Indonesia, Stephane Baumgarth di Kantor Kedubes Perancis di Jakarta, Kamis (8/1).
“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia saya mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah media di Perancis dan menewaskan 12 orang dan melukai sejumlah orang lainnya. Ini sebuat tindakan yang jelas tidak bisa diterima oleh kita semua, karena dalam perbedaan apapun tidak bisa dilakukan cara-cara yang brutal dan cara bar-bar seperti itu,”ungkap Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini.
Pada kesempatan itu, Fadli dan Stephane sepakat bahwa tindakan tersebut tidak ada kaitannya dengan Islam, dengan kata lain terorisme tidak ada hubungannya dengan Islam. Karena Indonesia dan Negara di Timur tengah yang mayoritas masyarakatnya muslim, serta organisasi Muslim di Perancis juga mengutuk tindakan penembakan tersebut.
Ditambahkan Fadli meski ada perbedaan namun untuk mengatasinya ada cara-cara yang lebih terhormat, bermartabat dan damai. Lebih lanjut Fadli menilai, peristiwa tersebut tidak lantas membuat Indonesia dan Negara lain membuat sebuah travel warning (larangan berkunjung) ke Perancis, karena itu merupakan suatu kejadian yang sangat spesifik. Fadli yakin pemerintah Perancis bisa mengatasi hal itu dengan meningkatkan pengamanan yang akhirnya bisa dicontoh oleh Negara lain.