Komisi I DPRD Tebingtinggi dipimpin Hendra Gunawan SE, didampingi Wakil Ketua Fahmi Tanjung SE, sekretaris Asnawi Mangku Alam SH.I, Sekwan DPRD Drs. H. Mukhtar Harahap, bersama dinas terkait membahas penanganan HIV-AIDS, baru-baru ini di Ruang Rapat Komisi DPRD Jalan Sutomo Tebingtinggi.
Dalam pertemuan dihadiri anggota Komisi I DPRD Tebingtinggi antara lain M Syahril SPdI, Kaharuddin Nasution, Edy Saputra, Ketua Komisi III Wakidi SPdI, H Agustami SH, bersama Kadis Sosnaker Pemko Tebingtinggi H Syaiful Fachri SP.MSI, Dirut RSUD dr Kumpulan Pane, dr. Nanag Aulia, mewakili Kadis Kesehatan dan Satpol PP, mengemuka, jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Tebingtinggi semakin bertambah sesuai data disampaikan Dirut RSUD Kota Tebingtinggi dr Nanang Aulia.
Menurut dr Nanang dalam kurun waktu 2013 s/d 2014 jumlah penderita HIV-AIDS sebanyak 45 orang, dan 5 orang di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah tersebut sebanyak 21 penderita HIV-AIDS merupakan warga Kota Tebingtinggi, selebihnya merupakan warga luar daerah seperti Kabupaten Batu Bara, Simalungun dan Serdang Bedagai.
Sedangkan hingga Februari 2015 jumlah penderita HIV-AIDS bertambah lagi sebanyak 4 orang masing masing dua orang warga Tebingtinggi dan 2 orang warga Serdang Bedagai.
RSUD Kota Tebingtinggi sudah memiliki klinik untuk penanganan korban penderita HIV-AIDS yang sampai saat ini masih belum ditemukan obat penyembuhan, penderita HIV-AIDS tidak bisa disembuhkan secara total.
Dia menambahkan hampir 45 persen korban penderita HIV-AIDS adalah pengguna Narkoba dengan jarum suntik. Tahun 2014 penderita HIV-AIDS jenis kelamin pria sebanyak 10 orang dan wanita sebanyak 11 orang rata-rata berusia produktif, di antara korban penderita HIV-AIDS ini berprofesi sebagai PSK ada juga ibu rumahtangga dan bayi, sedangkan pria banyak yang berprofesi sebagai supir dan wiraswasta.
Disinggung tentang apakah korban penderita HIV-AIDS terdapat siswa remaja putera mapun puteri seperti isu yang berkembang di tengah masyarakat, Direktur RSUD Kota Tebingtinggi dr Nanang menjelaskan isu itu tidak benar, sampai saat ini masih belum ditemukan kasus siswa remaja di Kota Tebingtinggi yang terjangkit virus HIV-AIDS.
Pihak RSUD Tebingtinggi sudah menyurati semua Rumah Sakit yang ada didaerah ini untuk segera melaporkan jika ditemukan kasus korban HIV-AIDS guna penanganan perawatannya karena RSUD dr Kumpulan Pane yang berdiri sendiri sudah memiliki klinik untuk penanganan korban penderita HIV-AIDS.
Kadis Sosnaker Kota Tebingtinggi H.Syaifu Fachri mengatakan sesuai tugas pokok dan fungsi yang diembannya penderita HIV-AIDS juga merupakan masalah sosial perlu mendapat penanganan serius.
Pihaknya berupaya turun ke lapangan guna melakukan upaya pencegahan meski tanpa dukungan dana, demi kemanusiaaan tetap membina warga penyandang penyakit sosial masyarakat.
Dari pertemuan pembahasan ini disimpulkan, DPRD akan mendukung dinas terkait dan menyarankan untuk menyusun program anggaran dalam upaya pencegahan. Kemudian pihak dinas terkait akan melakukan razia pada tempat-tempat yang berpotensi sebagai sarang penyebaran penyakit yang masih belum ditemukan obat penyembuhannya.