Politik Dinasti, Demokrasi di Kediri Dianggap Sudah Mati

sumber berita , 29-07-2015

Pengamat politik dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Taufik Alamin menilai proses demokratisasi di Kabupaten Kediri telah mati. Dia merujuk pada politik dinasti di daerah itu yang diprediksi akan melanggengkan kekuasaan bupati saat ini, Haryanti Sutrisno, hingga lima tahun ke depan lewat proses pilkada tahun ini.

Menurut Taufik, masyarakat setempat tak lagi bisa diajak berpikir cerdas untuk sekedar menentukan calon pemimpin mereka. “Karena memang tak pernah ada ruang untuk itu,” katanya, Selasa 28 Juli 2015.

Karena tak memiliki bargaining politik, dia menambahkan, masyarakat cenderung bersikap pragmatis terhadap seluruh proses pilkada. Salah satunya, menurut dia, dengan menjual hak suara kepada calon dengan harapan mendapat imbalan materi. "Situasi ini baru akan berubah jika dinasti politik keluarga Haryanti berakhir," kata Taufik.

Sementara itu Bupati Haryanti Sutrisno menolak dituduh mempraktikkan politik dinasti di pemerintahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dia mengklaim seluruh proses pemilihan terhadap keluarganya dilakukan secara demokratis.

Saat dicegat usai mendaftarkan diri di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Selasa 28 Juli 2015, ibu bupati ini membendung seluruh pertanyaan seputar tudingan politik dinasti keluarganya itu dengan tenang. Dia termasuk mengatakan bahwa terpilihnya dia menjadi Bupati Kediri meneruskan kepemimpinan suaminya sudah melalui proses yang demokratis.

“Saya ini dipilih, bukan ditunjuk,” kata perempuan yang berprofesi sebagai dokter umum ini, Selasa 28 Juli 2015.

Kepemimpinan Bupati Haryanti di Kediri kerap disorot kelompok masyarakat anti korupsi dan pengamat politik sebagai sebuah dinasti. Bagaimana tidak, keluarga Haryanti telah berkuasa di kabupaten ini sejak 15 tahun silam.

Sutrisno, suami Haryanti yang kini menduduki kursi Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri adalah Bupati Kediri periode 2000 – 2005 dan 2005 – 2010. Setelah tak lagi bisa mencalonkan diri, dia mengajukan Haryanti menjadi penggantinya. Tak tanggung-tanggung, pemilihan kepala daerah itu diikuti pula istri keduanya, Nurlaila melalui partai berbeda. Hasilnya Haryanti terpilih menjadi Bupati Kediri periode 2010 – 2015.

Di era kepemimpinannya ini pula adik ipar Haryanti, yakni Sulkani, terpilih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Di luar lingkaran pemerintahan, sang menantu Rachmadi Yogiantoro menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kediri. Dia ikut hadir dalam pencalonan kembali Haryanti, Selasa 28 Juli 2015.

Diposting 29-07-2015.

Dia dalam berita ini...

Sulkani

Anggota DPRD Kab. Kediri 2014