Kekalahan pebalap Italia, Valentino Rossi di sirkuit Ricardo Tormo dalam ajang Grand Prix Valencia, Minggu (8/11/2015), menjadi pembuka pembicaraan antara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dengan Presiden Italia Sergio Mattarella, Senin (9/11/2015) petang.
"Jadi Rossi saya bilang kepada beliau, bahwa kita kagum dengan dia. Walau pun kalah di urutan keempat, tetap sebagai orang yang punya sportivitas yang tinggi tentu dia (Rossi) kita harapkan (mampu menerima) yang menang dan kalah," kata Novanto, Senin.
Selain Novanto, kehadiran Mattarella disambut oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Upacara penyambutan disiapkan. Karpet merah pun digelar untuk menyambut kehadirannya.
Adapun, pertemuan antara keduanya hanya berlangsung selama 30 menit di ruang kerja Novanto di lantai tiga Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen.
Sementara itu, Novanto mengungkapkan Mattarella merespon soal kekalahan Rossi sebagai suatu hal yang wajar.
Menurut Mattarella, yang terpenting adalah menjunjung tinggi sportivitas dalam menerima kekalahan.
"Saya apresiasi kepada Presiden Italia mengenai masalah pembalap Rossi," kata dia.
Lebih jauh, Novanto mengatakan, hubungan antara Italia dan Indonesia saat ini sudah cukup baik dari sektor perdagangan. Nilai perdagangan di antara kedua negara pun meningkat, dari tahun 2013 yang hanya 3,82 miliar US Dollar menjadi 4 miliar US Dollar pada tahun 2014.
"Kami berharap hubungan perdagangan kedua negara dapat terus ditingkatkan, begitu juga kerja sama di bidang-bidang lainnya, termasuk investasi," ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu berharap agar hubungan kerja sama antara keduanya dapat lebih ditingkatkan. Terutama, dalam hal pembenahan infrastruktur di Indonesia.
"Kami berharap Italia juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung penguatan konektivitas maritim yang saat ini menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo," kata dia.