KANDIDAT yang terafiliasi oleh dinasti politik merupakan jalan pintas partai untuk memenangi pilkada. Ada dua kekuatan, yakni modal serta popularitas.
Menurut Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat Masykurudin Hafidz, dua kekuatan tersebut menjadi daya tarik parpol di tengah keterbatasan sumber daya internal.
Akibatnya, parpol cuma menjadi alat stempel yang justru membuka ruang besar bagi kelanggengan dinasti politik. “Ini simbiosis mutualisme. Mesin parpol jadi tak perlu bekerja ekstra.”
Meski sulit, Hafidz berharap parpol berhenti bersikap pragmatis dan menyadari daya rusak yang ditimbulkan politik dinasti. Penting bagi parpol membenahi sistem pencalonan dalam pilkada sehingga keluarga petahana tidak begitu saja menjadi calon.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini sependapat dengan hal ini. Menurutnya, kehadiran keluarga petahana dalam pilkada sekaligus merusak sistem kaderisasi dan pencalonan partai politik.
Pada Pilkada 2017, tercatat keluarga petahana maju di daerah masing-masing. Dodi Reza Alex, putra Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, mendaftar di pilkada Musi Banyuasin, Sumsel. Istri Wali Kota Batu, Jawa Timur, Eddy Rumpoko, Dewanti Rumpoko, mendaftar untuk ikut pilkada Kota Batu.
Andika Hazrumy, anak mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tercatat jadi bakal calon Wakil Gubernur Banten. Di Kalimantan Barat, anggota DPR dari Fraksi PDIP, Karolin Margret Natasa, yang juga putri Gubernur Kalbar Cornelis, mendaftarkan di pilkada Kabupaten Landak berpasangan dengan petahana Wakil Bupati Landak Heriadi.
Diperpanjang
Pilkada Serentak 2017 akan berlangsung di 101 daerah. Dari data KPU hingga berita ini diturunkan, tercatat ada 266 calon yang mendaftar mengikuti kontestasi di 93 daerah.
Sebanyak 207 pasangan calon mendaftar melalui partai politik dan 59 pasangan calon mendaftar melalui jalur perseorangan. Juga ada 10 daerah yang diperpanjang masa pendaftarannya karena baru ada satu pasangan mendaftar.
Perpanjangan dilakukan selama tiga hari pada Rabu (28/9) hingga Jumat (30/9). Itu dimulai dengan sosialisasi selama tiga hari pula, dari kemarin hingga besok.
Perpanjangan dilakukan untuk Kapubaten Pati karena hanya pasangan Haryanto-Saiful Arifin yang mendaftar. Ketua KPU Kabupaten Pati Muchammad Nasich menegaskan pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi.
Di pilkada Kulonprogo juga baru satu pasangan mendaftar, Hasto Wardoyo–Sutedjo yang diusung enam partai, yaitu PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Hanura.
Sebenarnya pasangan itu juga didukung PPP, tetapi dukungan dicoret karena mengacu ke PPP kepengurusan Djan Faridz. Menurut Ketua KPU Kabupaten Kulonprogo Muhammad Isnaini, PPP yang diakui Menteri Hukum dan HAM yang dipimpin Muhammad Romahurmuziy dan Arsul Sani.