Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengapresiasi kesiapan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk dimintai keterangannya oleh Polda Metro Jaya. Menurutnya, dengan adanya pemeriksaan itu, dapat membuka misteri pelaku penyiraman air keras terhadap Novel yang hingga kini belum terungkap.
“Kurang lebih sudah 10 bulan dari kejadian penyiraman air keras itu, tapi pelakunya belum terungkap. Kita berharap, dengan adanya keterangan dari Saudara Novel, dapat memudahkan Kepolisian untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras itu,” kata Taufik, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/2/2018).
Namun Taufik mengingatkan, Kepolisian harus melihat kesiapan dari Novel itu sendiri, mengingat kesehatan Novel belum sepenuhnya pulih, kendati sudah dirawat cukup lama di Singapura. Apalagi sewaktu-waktu Novel harus kembali ke Singapura untuk berobat.
Taufik juga menyinggung permintaan Novel kepada pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut teror penyiraman yang menimpanya. Menurutnya, hal itu tergantung dari kebijakan Presiden Jokowi. Namun ia menilai, dengan adanya TPGF, dapat mendukung penyidikan oleh Kepolisian.
“Saya rasa, pemerintah bisa membentuk TPGF untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa Saudara Novel. Apalagi kita tahu, sampai sekarang sepertinya belum ada perkembangan signifikan dari pengungkapan kasus ini. Namun itu semua kembali kepada kebijakan Presiden Jokowi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan, Novel Baswedan telah bersedia kembali diperiksa polisi terkait kasus penyiraman air keras terhadapnya. Polisi memastikan pemeriksaan terhadapnya menunggu kepastian Novel. Argo mengatakan, penyidik polisi sudah datang ke rumah Novel untuk berkunjung sekaligus membahas jadwal pemeriksaan Novel.
Sementara itu, Novel terus mendorong agar Presiden Jokowi untuk membentuk TPGF, terkait pengusutan teror penyiraman air keras padanya. TGPF itu menurut Novel akan mendukung kinerja penyidik dari kepolisian. “Saya dan rekan-rekan serta aktivis menyampaikan dibentuknya TGPF. Itu perhatian yang lebih, kita juga ingin memberikan dukungan pada penyidik Polri,” kata Novel.
Sebagaimana diketahui, Novel mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, yang tak jauh dari rumahnya. Ketika tengah berjalan kaki untuk pulang ke rumah, Novel dipepet dua orang pria menggunakan sepeda motor, salah satunya menyiramkan air keras ke arah wajah Novel. Hingga kini, para pelaku teror itu masih belum dapat diungkap oleh Kepolisian.