Komentari
Berita Anggota Parlemen

Wasekjen PDIP: Kecil Kemungkinan Jokowi Jadi Calon Tunggal

MUNCULNYA wacana Presiden Joko Widodo sebagai calon preiden tunggal pada Pilpres 2019 sempat ramai jadi perbincangan publik. Kendati demikian pihak internal PDIP menegaskan bahwa upaya politik ke arah tersebut tidak dilakukan PDIP.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sotarduga, pihaknya tidak ada upaya menjadikan Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden tunggal di Pilpres 2019 mendatang. Wacana calon tunggal itu, menurutnya sangat sulit terwujud di Pilpres 2019 nanti.

"Kenapa sangat kecil kemungkinannya untuk jadi calon tunggal? Apalagi syarat parliamentary threshold (PT) empat persen. Bagaimana partai-partai bisa memenuhi itu kalau tidak ada capres maupun cawapres? Saya kira tidak cukup hanya mengandalkan figur para calon legislatif. Selain itu, apa nilai lebihnya kalau semua hanya mencalonkan petahana? Katakan 67 persen mencalonkan petahana, kan ada pasar 30-40 persen. Jadi soal ada anggapan mengarahkan ke calon tunggal, tidak ada," ujar Eriko dalam diskusi bertajuk "Jokowi, Pilpres dan Kita" di Jakarta, Sabtu (3/3).

Lebih lanjut kata Eriko, ada tiga faktor yang menyebabkan terciptanya calon tunggal, yakni elektabilitas, syarat untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden minimum 20 persen di kursi DPR, dan kemungkinan besar terpilih.

"Ini partai-partai pasti membaca seperti itu. Partai tidak akan mengambil resiko untuk mencalonkan seseorang dan kalah pula," tandasnya.

Ia menyebut, isu mengenai PDIP inginkan adanya calon tunggal adalah pemikiran yang mengada-ada. Justru dirinya malah yakin Pilpres 2019 nanti akan diikuti oleh tiga poros, yakni poros Jokowi, poros Partai Gerindra dan poros Partai Demokrat. "Ini positif. Supaya belahannya tidak begitu dahsyat," imbuhnya.

Eriko mengungkapkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah menyampaikan melalui media akan meninggalkan koalisi bila ketumnya, Muhaimin Iskandar tak dijadikan Cawapres Jokowi. Artinya, ungkap dia, kecil kemungkinan terjadinya calon tunggal di Pilpres 2019 nanti. "Bisa saja nanti poros baru tercipta dimotori oleh PAN atau bisa saja oleh Demokrat," pungkasnya.

Diposting 05-03-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Eriko Sotarduga B.P.S.

Anggota DPR-RI 2014
DKI Jakarta II