Berita Anggota Parlemen

Teror Jelang Pilpres Jangan Dianggap Remeh

Isu: aksi teror

sumber berita , 24-07-2018

Teror sekecil apapun yang terjadi jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Serentak 2019 harus tetap diwaspadai. Pihak keamanan tidak boleh menganggap remeh setiap dugaan ancaman yang terjadi.

Begitu kata Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menanggapi pelemparan bom molotov di kediaman inisiator #2019GantiPresiden sekaligus Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan dugaan pembakaran mobil aktivis perempuan Neno Warisman.

“Kedua peristiwa ini harus diusut dan diungkap tuntas oleh aparat penegak hukum. Apa yang dialami Bang Mardani dan keluarganya sudah pasti aksi teror, pelakunya harus bisa ditangkap. Apa yang menimpa Mbak Neno Warisman juga harus diungkap, apa benar hanya karena korsleting aki?” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (23/7).

Pengusutan tuntas kedua peristiwa ini menjadi penting agar kasus tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana menjelang Pemilu 2019.

Jika peristiwa ini dianggap teror biasa dan lewat begitu saja, maka, bukan tidak mungkin terjadi aksi teror-teror lain yang lebih besar.

Perbedaan pandangan politik menjelang Pemilu 2019 yang semakin tajam, lanjut Fahira, sebenarnya adalah hal yang lumrah. Namun, perbedaan ini bisa menjadi gesekan besar jika kita memberikan toleransi dan menganggap biasa aksi-aksi teror seperti ini.

“Agar tidak menjadi ajang saling curiga dan dimanfaatkan untuk mengadudomba kita, saya berharap kasus ini bisa terungkap sejelas-jelasnya. Penegakan hukum menjadi satu-satu cara agar demokrasi kita tidak dinodai dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Anggota DPD RI DKI Jakarta ini.

Diposting 24-07-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Fahira Idris

Anggota DPD-RI 2014
DKI Jakarta

Mardani Ali Sera

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat VII