Berita Anggota Parlemen

Modernisasi Alutsista Tekan Kejahatan Perairan

ANGGOTA Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) untuk menjaga keamanan perairan dan udara Indonesia.

Modernisasi alutsista pun harus mampu dibuktikan Korps Polairud dengan semakin minimnya kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang.

Politisi Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, tetapi juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi.

Banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia.

“Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia.

Saya berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter membuat pengawasan di perairan semakin maksimal sehingga penyelundupan baik ke dalam maupun keluar negara kita dapat terus ditekan,” pesan Sahroni.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara stakeholders di perairan dan Bakamla, TNI-AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain perlu mendapat perhatian serius ialah penyelundupan narkoba, senjata, hingga pengiriman TKI ilegal.

Di sela-sela sukuran peringatan HUT ke-68 Polairud 2018, Senin (3/12), Tito secara simbolis meresmikan alutista baru berupa 1 unit kapal patroli lepas pantai, 5 unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, 1 pesawat CN, dan 1 helikopter Bell.

Total alutsista baru yang kini dimiliki Polairud sebanyak 23. Terdiri dari kapal, pesawat, serta helikopter.

“Korps Polairud bisa survive selama 68 tahun. Tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di cross border membantu memberantas illegal fishing, smuggling, penyelundupan, human trafficking, serta kejahatan umum konvensional seperti perompakan,” ujar Kapolri.

Diposting 05-12-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Ahmad Sahroni

Anggota DPR-RI 2014
DKI Jakarta III