Komentari
Berita Anggota Parlemen

Isu Perlindungan Pekerja Migran Disuarakan Kembali

Isu perlindungan pekerja migran kembali disuarakan di forum internasional. Kali ini dalam pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) di Rabat, Maroko. DPR RI mendukung sepenuhnya perlindungan dan kontrak kerja yang jelas bagi para pekerja migran seperti tertuang dalam Global Compact on Migration (GCM).

IPU yang menginisiasi pertemuan Global Compact For Safe, Orderly and Regular Migration telah mengadopsi GCM untuk perlindungan pekerja migran. Pertemuan yang berlangsung 11 Desember lalu itu diikuti 164 negara Anggota PBB dan delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Delegasi Parlemen Indonesia itu dipimpin Wakil Ketua BKSAP DPR RI Hasrul Azwar (F-PPP) dengan didampingi Wakil Ketua BKSAP DPR RI Rofi’ Munawar (F-PKS), serta diikuti Anggota BKSAP DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti (F-PDI Perjuangan) dan Achmad Farial (F-PPP).

Bahkan, 164 negara Anggota PBB turut mengesahkan instrumen internasional terbaru yang mengatur pekerja migran internasional. Delegasi DPR RI menekankan pentingnya kontrak kerja yang jelas bagi para pekerja migran. “Kontrak kerja harus jelas menyantumkan hak-hak pekerja migran termasuk gaji dan konsekuensi yang diperoleh pekerja migran apalagi bila diberhentikan mendadak,” ujar Rofi’.

Delegasi BKSAP DPR RI menyayangkan sikap sejumlah negara termasuk Amerika Serikat yang mundur dari proses negosiasi GCM. Anggota BKSAP Agustina Wilujeng Pramestuti dalam intervensinya menyampaikan, penting ada harmonisasi kebijakan antara negara asal dan negara penerima pekerja migran.

“Negara asal harus terus berupaya untuk menciptakan implementasi jaring pengamanan sosial yang memadai. Kita juga harus dapat meningkatkan keahlian pekerja migran guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan,” Agustina. Hasrul Azwar juga menekankan pentingnya saling pengertian antara pekerja migran dan masyarakat di negara tujuan.

Pekerja migran harus memiliki keahlian sosial yang cukup untuk dapat beradaptasi di lingkungan yang baru. Senada dengan Hasrul, Achmad Farial menyampaikan pentingnya pendidikan keahlian bagi pekerja migran. Keterampilan kerja dan penguasaan bahasa jadi hal penting bagi para pekerja migran sebelum ditempatkan. 

Diposting 18-12-2018.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Achmad Farial

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Barat V

Agustina Wilujeng Pramesturi

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Tengah IV

Rofi' Munawar

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Timur VII

Hasrul Azwar

Anggota DPR-RI 2014
Sumatera Utara I