Komentari
Berita Anggota Parlemen

Komisi VII Pastikan Kapasitas Produksi PLTA Sigura gura Capai Hasil Optimal

Penyusutan permukaan air Danau Toba yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu sempat mengganggu optimalisasi kapasitas produksi listrik yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura gura. Hal ini tentu saja akan berdampak pada sektor lainnya yang bergantung pada pasokan listrik dari PLTA Sigura gura tersebut.

Sehubungan dengan persoalan itu, Komisi VII DPR RI menyambangi PT. Inalum (Persero) selaku pengelola operasional PLTA Sigura gura di Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, guna memastikan kondisi terkini secara langsung di lapangan.

“Keberadaan PT Inalum sangatlah penting. Dua tahun yang lalu, Inalum tidak dapat berproduksi secara optimal akibat kondisi permukaan Danau Toba yang tengah mengalami penyusutan. Namun kondisinya saat ini sudah jauh lebih baik, meskipun belum mencapai situasi yang ideal,” ucap Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu disela-sela memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau PLTA Sigura gura, Sumut, Rabu ( 23/1/2019).

Gus Irawan mengatakan, beberapa waktu belakangan ini curah hujan yang turun memang cukup ekstrem, sehingga membantu kondisi yang ada. Namun demikian, sambung legislator Partai Gerindra ini, dalam jangka panjang, semestinya hutan-hutan yang kritis dan gundul di seputaran Danau Toba harus segera mendapatkan solusi. Penanaman pohon seluas 1000 hektar lahan oleh Inalum pun dirasa belum cukup.

“Oleh karenanya kita mendorong pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan lahan-lahan yang kritis dan gundul, utamanya yang berada di sekitar Danau Toba, agar permukaan air Danau Toba bisa memenuhi kapasitas maksimal yang dibutuhkan oleh Inalum. Kita ingin ada solusi permanen di seputaran Danau Toba,” dorong Gus Irawan.

Dalam kesempatan yang sama, legislator daerah pemilihan Sumatera Utara itu meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar kawasan seputar Danau Toba menjadi daerah yang termasuk bagian dari program tanam 4 juta pohon KLHK.

Seperti diketahui, PLTA Sigura gura   memiliki peran yang penting dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kinerja PT. Inalum (Persero). Pada tahun 2015 volume produksi tercatat 257.149 ton, namun di tahun 2016 terjadi penurunan menjadi 245.483 ton atau turun sebesar 4,5 persen. 

Hal ini disebabkan karena turunnya kapasitas produksi akibat PLTA Sigura gura, dan tidak bisa dioperasikan secara optimal yang disebabkan suplai atau debit air Danau Toba. Pada tahun 2015 tinggi permukaan air Danau Toba adalah 904,77 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan pada tahun 2016 turun menjadi 902,93 atau 0,2 persen. 

Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Utama PT. Inalum Budi  Gunadi Sadikin menyatakan apresiasinya atas dukungan Komisi VII DPR RI, karena akhirnya saham PT Inalum dapat sepenuhnya kembali menjadi milik bangsa Indonesia, setelah sebelumnya dikuasai oleh Jepang. Budi juga meminta agar Komisi VII DPR RI ikut mendukung program PT. Inalum terkait penanaman kembali pohon di lahan kritis, akibat penebangan yang dilakukan pihak lain.

Diposting 24-01-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Dia dalam berita ini...

Gus Irawan Pasaribu

Anggota DPR-RI 2014
Sumatera Utara II