Komentari
Berita Anggota Parlemen

Kisah Mengejutkan di Balik Pelantikan Andi Mariattang sebagai Anggota DPR RI

Politikus senior PPP, Andi Mariattang resmi masuk Senayan, Selasa (28/8/2018). Ada cerita menarik di baliknya. Mantan anggota DPRD Sulsel dua periode itu nyaris kehilangan kesempatan duduk di DPR RI.

Andi Mariattang dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) Andi Djamaro Dulung yang pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2019. Andi Mariattang dilantik bersama dua PAW lainnya.

Rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPR RI Bambang Soesatyo didampingi dua wakil ketua, yakni Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Pelantikan berlangsung khidmat. Dimulai pembacaan surat keputusan hingga pengambilan sumpah.

Dalam momen bersejarah ini turut pula hadir keluarga, teman, dan kolega Andi Mariattang. Mereka hadir dalam rangka memberikan dukungan moril kepada Andi Mariattang.

“Amanah ini akan digunakan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Tim akan dikerahkan turun langsung ke masyarakat untuk menjaring aspirasi mereka,” ungkap Andi Mari, sapaan akrabnya.

Andi Mariattang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Andi Djamro Dulung di Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup.

Rapat paripurna itu dihadiri setengah dari total anggota DPR RI. Dari total 560 anggota DPR RI, sebanyak 268 di antaranya tidak hadir. Dari jumlah itu, hanya 50 orang yang tercatat meminta izin.

Dari PPP, parpol asal Andi Mari, hanya 10 orang yang hadir dari total 15 orang. Lima lainnya absen.

Nyaris Gagal ke Senayan

Langkah Andi Mariattang ke Senayan nyaris gagal. Perpecahan di tubuh PPP beberapa waktu lalu jadi pemicunya. Andi Mari berada di kubu Djan Faridz. Belakangan, pemerintah mengesahkan kepengurusan PPP di bawah pimpinan M Romahurmuziy.

Ketika Andi Ghalib meninggal dunia  pada 9 Mei 2016, Andi Djamaro Dulung ditunjuk menggantikannya. Dia memang peraih suara terbanyak kedua PPP di Dapil Sulsel 2. Andi Djamaro dilantik dua bulan kemudian, tepatnya 28 Juli 2016.

Nah, ternyata ada cerita menarik sebelum Andi Djamaro dilantik. Dia mengaku menandatangani dua surat pernyataan. Salah satunya, siap berbagi masa jabatan dengan Ketua DPW PPP Sulsel, Muhammad Aras. Artinya dalam dua tahun sisa masa jabatan Andi Ghalib, mereka berbagi setahun-setahun.

Wakil Ketua DPP PPP, Amir Uskara membenarkan adanya surat pernyataan Andi Djamaro dengan Muhammad Aras. Surat pernyataan itu yang menjadi dasar terbitnya keputusan presiden (Keppres) pemberhentian Andi Djamaro pada 5 Mei 2018.

Muhammad Aras adalah peraih suara terbanyak keempat di Dapil Sulsel 2. Untuk memuluskan Aras menggantikan Andi Djamaro, DPP PPP sempat berencana akan memecat Andi Mariattang yang menjadi peraih suara terbanyak ketiga. Faktanya, Andi Mari tidak dipecat dan berhak masuk Senayan setelah menunggu empat tahun.

Diposting 30-01-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

M. Romahurmuziy

Anggota DPR-RI 2014
Jawa Tengah VII

Fahri Hamzah

Anggota DPR-RI 2014
Nusa Tenggara Barat

Anwar Halim

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta 2019

Fitriana Novita Darnadi

Anggota DPR-RI 2019
Jawa Barat V

Andi Mariattang

Caleg DPR-RI 2019
Sulawesi Selatan 2