Komentari
Berita Anggota Parlemen

Gerindra akan Sanksi Tegas Caleg di Bali yang Ditangkap karena Penipuan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad akan mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait caleg Gerindra AA Wira Ngurah Alit Wira Putra yang ditangkap polisi dalam kasus penipuan. Dasco mengatakan partai akan memberikan sanksi tegas jika AA Wira Ngurah Alit Wira Putra terbukti bersalah.

"Hal ini tidak dapat ditolerir karena bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta sumpah jati diri Partai Gerindra. Oleh karena itu, kami akan tindak tegas bila terbukti," ujar Dasco saat dihubungi, Kamis (11/4/2019).

Dasco menegaskan kasus penipuan itu tidak terkait dengan Partai Gerindra. Karena itu, dijelaskan Dasco, partainya tidak akan memberikan bantuan hukum.

"Dan soal tipu-menipu ini, bila ada, tidak terkait dengan Partai Gerindra. Itu tidak terkait dengan partai dan perbuatan ini kalau benar kan unsur pidana. Jadi tidak akan ada bantuan hukum. Tindakan tegas itu ya sanksinya bisa dipecat dari partai," tegasnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua DPP Gerindra Habiburokhman. Dia menilai kasus penipuan yang menjerat AA Wira Ngurah Alit Wira Putra merupakan masalah pribadi. 

"Kita nggak tahu detail kasusnya karena nggak ada urusan dengan partai. Itu murni perkara pribadi beliau, jadi silakan saja diusut sesuai dengan hukum yang berlaku. Kalau beliau kelak diputus bersalah silakan dihukum, kalau tidak bersalah ya direhabilitasi," ujar Habiburokhman. 

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali AA Wira Ngurah Alit Wira Putra ditangkap polisi terkait kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa. Alit merupakan caleg Gerindra yang maju ke kursi DPR RI.

"Iya Gung Alit caleg DPR RI. Dia nyaleg sejak 2009, 2012 juga sudah nyaleg," kata Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Gerindra Provinsi Bali I Made Gede Ray Misno ketika dimintai konfirmasi, Kamis (11/4).

Ray Misno menyebut Alit sudah maju nyaleg selama tiga periode. Hanya, Alit belum pernah lolos ke Senayan. 

"Belum, belum (pernah lolos)," tuturnya. 

Sosok Alit ini juga turut mendampingi cawapres Sandiaga Uno saat berkampanye di Bali. Dia juga terlibat diskusi aktif saat percakapan dengan perajin di Gianyar, para petani di Karangasem, pada 23 Februari lalu. 

Dalam kasus ini, Alit diduga terlibat kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa, Bali. Alit ditangkap di Jakarta. 

"Kasus lama tahun 2011, saat itu yang bersangkutan menjabat Wakil Kadin. Tersangka terlibat kasus penipuan pengurusan perizinan pelebaran kawasan pelabuhan Pelindo, Benoa," ujar Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan.

Diposting 11-04-2019.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Sufmi Dasco Ahmad

Anggota DPR-RI 2014
Banten III

A.A. Ngurah Alit Wiraputra

Caleg DPR-RI 2019
Bali