Berita Anggota Parlemen

Profil 3 Calon PAW DPRD Sulut Pengganti Hengky Honandar, Wenny Lumentut dan Netty Agnes Pantow

DPRD Sulawesi Utara bakal diisi tiga legislator baru.

Ketiga politisi tersebut akan masuk di Gedung Cengkih melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW).

Ketiganya adalah Herry Rotinsulu, Herol Kaawoan, dan Henry Walukow.

Mereka ketiba pulung setelah beberapa anggota DPRD Sulut memutuskan mundur sebagai wakil rakyat karena ikut Pilkada Serentak 2020.

Parpol kemudian mengajukan nama-nama pengganti mengisi kekosongan kursi legislatif tersebut.

Surat PAW tersebut dalam proses di Kementerian Dalam Negeri menanti dikeluarkan Surat Keputusan.

Berikut profil mereka:

1. Herry Rotinsulu

"Saya serahkan semuanya pada keputusan partai, sebagai kader kita siap menjalankan tugas dan amanah dari partai, " kata politisi yang akrab disapa Hero ini.

Hengky Honandar mundur dari Gedung Cengkih karena diajukan PDIP sebagai Calon Wakil Wali Kota Bitung mendampingi Maurits Mantiri.

Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw pun sudah menyampaikan kursi kosong ditinggalkan Honandar akan diisi oleh Herry Rotinsulu.

Informasi diperoleh tribunmanado.co.id, PAW tersebut dalam proses di Kementerian Dalam Negeri menanti dikeluarkan Surat Keputusan.

Herry Rotinsulu merupakan sosok berlatar belakang birokrat.

Ia memulai karier sebagai PNS di Pemkab Minahasa, Herry pindah ke Pemprov Sulut.

Pada puncak kariernya sebagai birokrat, Herry menjabat Kepala Dinas Kehutanan Sulut.

Ia juga pernah menduduki posisi Penjabat Bupati Minahasa Utara.

Selepas pensiun dari pamong di Pemprov Sulut, ia banting stir menjadi politisi.

Ia kemudian diusung PDIP di DPRD Sulut Dapil II Minut-Bitung.

PDIP di dapil Minut-Bitung berhasil mendudukkan 3 legislator dari 8 kursi yang tersedia.

Mereka yang lolos yakni Hengky Honandar, Berty Kapojos dan Fabian Kaloh.

Sebenarnya Herry termasuk caleg dengan perolehan suara terbanyak kelima.

Ia meraup 7.059 suara.

Jumlah ini masih kalah dari caleg nomor urut 3 Jeivy Wijaya yang berhasil mengumpulkan 7.413 suara, sehingga berada di urutan ke 4.

Jika ikut mekanisme perolehan suara terbanyak berikutnya, Jeivy yang berhak.

Persoalannya, Jeivy sedang tersandung kasus disiplin partai yang membuatnya terdepak dari keanggotaan PDIP.

Jeivy kena sanksi karena dinilai mendukung suaminya Joppi Lengkong yang maju sebagai Calon Wakil Bupati Minut diusung Partai Golkar mendampingi Sompie Singal

Sementara PDIP, parpol tempat Jeivy bernaung mengusung Joune Ganda-Kevin William Lotulung.

2. Herol Vresly Kaawoan

Wenny Lumentut mundur untuk memenuhi syarat maju Pilkada Tomohon 2020 mendampingi Caroll Senduk.

Keputusan Wenny berbuah manis, bersama Caroll memenangki Pilkada Tomohon.

Ketua Gerindra Sulut Melki Suawah sudah menggaransi kursi ditinggalkan Wenny bakal diisii mengatakan Herol Kaawoan

"Sudah, Herol Kaawoan," ujar Melki Suawah.

Herol Kaawoan finish sebagai runner up perolehan suara terbanyak caleg Partai Gerindra di Pileg 2019. Ia meraup 1.422 suara

Suara partai Gerindra di Dapil Minahasa-Tomohon memang lebih dari separuh diraup Wenny Lumentut sebanyak 22.988.

Suara terbanyak kedua caleg di dapil Minahasa-Tomohon

Herol juga menjabat sebagai Wakil Bendahara DPD Partai Gerindra Sulut.

3. Henry Walukow

NAP memilih hengkang dari Partai Demokrat dan maju ke Pilkada Minahasa Utara mendampingi Shintia Gelly Rumumpe diusung Partai Nasdem dan PKB. Kondisi ini membuat Demokrat memecat NAP.

NAP pun sudah mengajukan pengunduran diri dari DPRD sebagai syarat maju Pilkada.

Namun langkah NAP berbuah pil pahit, ia kalah di Pilkada Minut 2020

Alhasil, Henry yang ketiban pulung bakal menjadi wakil rakyat.

Sosok yang satu ini merupakan peraih suara terbanyak berikutnya setelah NAP di daftar caleg Demokrat Pemilu DPRD Sulut 2019 Dapil Minut-Bitung. Henry meraup 5.053 suara.

Henry pun bukan orang baru di dunia politik, ia pernah menduduki Jabatan Anggota DPRD Minut.

Ia saat ini dipercaya menjadi Ketua Solidaritas Penambang Tanah Tonsea.

Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut, Billy Lombok membenarkan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) sementara diproses.

Sebenanrya di DPRD Sulut ada 5 figur yang mundur sebagai wakil rakyat. 2 di antaranya sudah rampung proses PAW.

Mereka yakni Hilman Idrus yang menggantikan Richard Sualang. Hilman sudah duduk sebagai wakil rakyat sejak awal Desember 2020.

Kemudian, Agustine Kambey mengantikan Andrei Angouw. Agustine akan mengucapkan sumpah janji sebagai wakil rakyat, Rabu (6/1/2021).

Diposting 15-09-2021.

Maaf. Hanya User Konstituen yang bisa memberikan komentar.

Mereka dalam berita ini...

Andrei Angouw

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2019-2024

Netty Agnes Pantow

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2019-2024

Wenny Lumentut

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2019-2024

Hengky Honandar

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2019-2024