Jangan Buru-Buru Ambil Langkah Strategis Sebelum Investigasi Menyeluruh terkait Tragedi Gugurnya Prajurit TNI

Komisi I DPR RI memberikan perhatian serius terhadap tragedi gugurnya prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB. Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah menegaskan bahwa pemerintah dan pihak terkait perlu melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut sebelum memutuskan kebijakan lebih lanjut, termasuk wacana penarikan pasukan.

Taufiq menyampaikan bahwa peran Indonesia dalam pengiriman pasukan perdamaian merupakan misi mulia yang telah menjadi ikon diplomasi pertahanan Indonesia di mata internasional. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil harus didasarkan pada data dan hasil investigasi yang valid.

"Ini penyebabnya apa? Ini harus kita gali, kita lakukan investigasi sehingga akan ketemu penyebabnya apa. Apa itu keteledoran kita atau itu accident. Kita mesti melihat, jadi belum bisa kita judge. Kita berharap PBB melakukan itu (investigasi), dan kita juga, pemerintah kita," ujar Taufiq usai menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik ke Kodam Jaya/Jayakarta, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu, (8/4/2026).

Terkait desakan atau pertimbangan untuk menarik personel dari wilayah konflik, Taufiq meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru. Ia menekankan bahwa misi ini memiliki nilai strategis bagi posisi tawar Indonesia di kancah global.

"Berdasarkan investigasi dulu. Karena ini tugas mulia yang saya kira menjadi ikon kita di diplomasi pertahanan dunia, salah satunya adalah pasukan perdamaian. Jadi jangan buru-buru juga," tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Meski fokus pada evaluasi misi internasional, Taufiq memastikan bahwa hak-hak dan kewajiban bagi para prajurit yang menjadi korban atau terdampak dalam insiden tersebut harus tetap menjadi prioritas utama. Ia meyakini pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan para prajurit.

"Oh iya, saya percaya itu akan dilakukan (memastikan hak dan kewajiban prajurit terpenuhi)," tambah Taufiq.

Di sisi lain, Taufiq juga mengaitkan pentingnya kesiapsiagaan pertahanan di dalam negeri, termasuk di wilayah Kodam Jaya, sebagai cerminan dari tantangan global yang semakin dinamis. Menurutnya, insiden di daerah misi dan potensi ancaman serangan mendadak (surprise attack) di dalam negeri merupakan pelajaran berharga bagi penguatan sistem pertahanan nasional.

"Kita akan rapat dengan Panglima untuk mendiskusikan hal itu. Karena ini kan misinya sangat mulia dan kita selalu hadir di dalam pasukan perdamaian itu. Tentu ini tidak bisa lalu begitu saja kita hentikan," pungkasnya. 

Diposting 09-04-2026.

Dia dalam berita ini...

Drs. H. TAUFIQ R. ABDULLAH

Anggota DPR-RI 2024-2029
Jawa Tengah 7