Berita Anggota Parlemen

Komisi VII DPR Minta Isu Penarikan Elpiji Tiga Kg Dihentikan

sumber berita , 22-09-2022

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah menghentikan wacana penarikan gas melon LPG 3 kilogram bersubsidi untuk digantikan dengan kompor induksi. Isu tersebut dapat membuat masyarakat makin resah setelah menanggung beban berat akibat penaikan harga BBM bersubsidi. Dengan kondisi tersebut pemerintah harusnya bisa menenangkan masyarakat. 

"Pandemi Covid-19 yang menghantam sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat baru saja melandai. Keberadaan isu ini justru akan membuat mereka pulih lebih lambat dan bangkit semakin berat," kata Mulyanto kepada media, Kamis (22/9). 

Menurutnya selama di Komisi VII DPR RI, pembahasan menyoal kompor listrik bersama mitra terkait baru sebatas rencana uji coba. PLN rencananya akan membagikan 300 ribu kompor induksi ke masyarakat dalam rangka menyerap surplus listrik yang diderita perusahaan pelat merah tersebut. Karena kelebihan stroom itu harus dibayar PLN, baik dipakai atau tidak oleh mereka. Kondisi ini tentu menekan kinerja keuangan PLN. 

Sesuai tujuannya uji coba kompor induksi ini bersifat sukarela bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi. 

"Tidak ada paksaan dan tidak ada penghentian subsidi gas melon elpiji 3 kilogram. PLN menjamin, bahwa penggunaan kompor induksi tersebut akan lebih murah atau paling tidak sama dibandingkan dengan biaya penggunaan energi sebelumnya. Jadi tidak ada rencana penarikan gas melon elpiji 3 kilogram dari masyarakat oleh PLN," ungkapnya. 

Mulyanto menganjurkan sebaiknya pemerintah melakukan sosialisasi program penggunaan kompor listrik ini lebih baik lagi. Tujuannya agar masyarakat terdorong secara sukarela menggunakan kompor listrik. Sosialisasi pemerintah terkait program ini masih kurang. Akibatnya banyak isu tidak benar yang beredar di masyarakat. Salah satunya isu tentang program pengadaan kompor listrik ini bertujuan menghapus gas melon 3 kg. 

"Berkembangnya isu seperti ini tentu membuat masyarakat resah. Karena tidak semua masyarakat siap beralih menggunakan kompor gas ke kompor listrik. Masyarakat masih berpikir penggunaan kompor listrik lebih mahal daripada kompor gas," tukasnya.

Rencananya kompor induksi ini terdiri dari dua tungku. Masing-masing tungku membutuhkan daya 800 Watt. Jadi untuk satu kompor induksi memerlukan daya sebesar 1600 Watt. Karenanya daya listrik pelanggan sasaran program ini akan dinaikkan dari 450 VA atau 900 VA menjadi 2200 VA. 

Sebagaimana presentasi Dirut PLN di hadapan Komisi VII DPR RI, disampaikan bahwa tarif listrik untuk kompor induksi ini tetap disubsidi. Penambahan daya dari 450 VA atau 990 VA ke 2200 VA, termasuk kompor induksinya diberikan secara gratis.

Diposting 23-09-2022.

Dia dalam berita ini...

Mulyanto

Anggota DPR-RI 2019-2024
Banten 3